-
Telp Kantor
0274 517327 -
Surat Elektronik
[email protected] -
Alamat Kantor
Jl. Kenari No.2, Semaki
Telp Kantor
0274 517327Surat Elektronik
[email protected]Alamat Kantor
Jl. Kenari No.2, Semaki
Balai Tekkomdik DIY kembali memberikan layanan Mobile Learning Services (MLS) di SLB Negeri 1 Sekar Teratai Srandakan pada tanggal 1–2 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 guru dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah DIY sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran inovatif bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berfokus pada pelatihan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran melalui aplikasi Assemblr Edu. Pelatihan ini menghadirkan materi terkait konsep dasar AR, manfaatnya dalam pendidikan inklusif, serta praktik langsung dalam membuat media pembelajaran interaktif berbasis objek tiga dimensi (3D).
Peserta pelatihan berasal dari tujuh SLB, yaitu SLB Negeri 1 Sekar Teratai, SLB Bina Siwi, SLB Widya Mulya, SLB Bangun Putra Kasihan, SLB Mardi Mulyo, SLB Marsudi Putra I, dan SLB Marsudi Putra III. Selama kegiatan, para guru diajak untuk mengembangkan materi ajar yang dapat divisualisasikan secara konkret, seperti pengenalan huruf, angka, benda, hingga simulasi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pemanfaatan teknologi AR dinilai sangat relevan dalam mendukung pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, yang cenderung membutuhkan pendekatan visual dan interaktif. Dengan bantuan media berbasis AR, materi yang bersifat abstrak dapat disajikan secara lebih nyata dan mudah dipahami oleh siswa.
Salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam membuka wawasan baru terkait inovasi pembelajaran. “Kami jadi lebih memahami bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Mobile Learning Services ini, Balai Tekkomdik DIY terus berkomitmen untuk mendekatkan layanan teknologi pendidikan ke sekolah-sekolah, sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar guru SLB untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan media pembelajaran.
Ke depan, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan hasil pelatihan ini di sekolah masing-masing serta terus mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi, sehingga kualitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dapat terus meningkat secara berkelanjutan.