Mobile Learning Service (MLS) di SMK Muhammadiyah Bangunjiwo: Dua Hari Pelatihan Kahoot dan Wayground untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Hari Pertama, 21 Mei 2025: Pengenalan Kahoot sebagai Media Kuis Interaktif

Bantul, 21 Mei 2025 — Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Daerah Istimewa Yogyakarta menghadirkan layanan Mobile Learning Service (MLS) perdana di SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Rabu (21/5/2025). Program yang dirancang selama dua hari ini menyasar para guru dengan memberikan pelatihan pemanfaatan platform digital Kahoot dan Wayground sebagai media pembelajaran interaktif. Sebanyak 25 tenaga pendidik SMK Muhammadiyah Bangunjiwo mengikuti kegiatan hari pertama ini dengan penuh antusias.

 Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi mengenai cara membuat kuis interaktif menggunakan Kahoot untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas. Tim fasilitator dari Balai Tekkomdik DIY memandu peserta mulai dari pembuatan akun, perancangan pertanyaan kuis, pengaturan sesi permainan, hingga simulasi penggunaan Kahoot secara langsung di dalam kelas. Metode pelatihan yang bersifat praktik langsung ini memungkinkan guru untuk segera merasakan pengalaman menjadi fasilitator kuis interaktif, sekaligus memahami perspektif siswa sebagai peserta.

 Selain Kahoot, para peserta juga mendapatkan gambaran awal mengenai Wayground sebagai platform ruang belajar virtual yang akan dibahas lebih mendalam pada hari kedua. Pengenalan ini bertujuan agar para guru sudah memiliki gambaran menyeluruh terhadap dua platform yang saling melengkapi tersebut sebelum memasuki sesi pelatihan teknis yang lebih intensif.

 Kepala SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Muhammad Abdul Rahman, S.Pd.T., M.Pd., menyambut baik kehadiran program MLS dari Balai Tekkomdik DIY. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan.

\"Kami berharap para guru dapat mengimplementasikan platform-platform ini secara konsisten agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan efektif bagi para siswa,\" ujarnya.

 

Hari Kedua, 22 Mei 2025: Pendalaman Wayground sebagai Ruang Belajar Virtual

 Pada sesi hari kedua di SMK Muhammadiyah Bangunjiwo pada Kamis (22/5/2025). Berbeda dengan hari pertama yang berfokus pada platform kuis interaktif Kahoot, pelatihan hari kedua ini difokuskan secara penuh pada penguasaan teknis Wayground—sebuah platform ruang belajar virtual yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran daring maupun hybrid. Seluruh 25 tenaga pendidik yang telah mengikuti sesi sebelumnya kembali hadir dan melanjutkan pelatihan dengan antusias.

 Tim fasilitator dari Balai Tekkomdik DIY memandu peserta untuk memahami secara komprehensif fungsi dan potensi Wayground sebagai media pembelajaran berbasis virtual environment. Platform ini memungkinkan guru menciptakan ruang kelas digital yang imersif, sehingga interaksi antara pendidik dan peserta didik dapat berlangsung secara lebih engaging, baik dalam skema pembelajaran daring penuh maupun model hybrid.

 Dalam sesi pelatihan tersebut, para guru mendapatkan panduan teknis secara bertahap, mulai dari pembuatan dan pengelolaan akun Wayground, perancangan tata ruang virtual sesuai kebutuhan mata pelajaran masing-masing, hingga simulasi pelaksanaan pembelajaran di dalam lingkungan virtual yang telah dirancang. Peserta juga dilatih mengintegrasikan berbagai konten pembelajaran—seperti dokumen, video, dan tautan materi—ke dalam ruang belajar virtual yang mereka bangun, sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih kaya dan terstruktur.

 Muhammad Abdul Rahman, S.Pd.T., M.Pd. kembali menyampaikan apresiasinya atas kedalaman materi yang diberikan pada hari kedua. Menurutnya, pemilihan Wayground sebagai fokus utama hari kedua sangat tepat mengingat kebutuhan sekolah akan media pembelajaran yang adaptif terhadap berbagai kondisi, termasuk situasi di mana pembelajaran tatap muka tidak dapat sepenuhnya terlaksana.

Program Mobile Learning Service merupakan salah satu upaya nyata Balai Tekkomdik DIY dalam mendorong transformasi digital di satuan pendidikan. Dengan memadukan pelatihan Kahoot pada hari pertama dan Wayground pada hari kedua, program ini memberikan paket kompetensi digital yang saling melengkapi: Kahoot untuk peningkatan asesmen dan keterlibatan siswa yang bersifat real-time, sementara Wayground untuk pengelolaan ruang belajar virtual yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

 Melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, program MLS diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi pembelajaran di kalangan tenaga pendidik, sehingga kualitas pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkat secara berkelanjutan. Dengan terselenggaranya MLS di SMK Muhammadiyah Bangunjiwo ini, diharapkan semangat belajar berbasis teknologi dapat terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi proses pembelajaran di sekolah.