-
Telp Kantor
0274 517327 -
Surat Elektronik
[email protected] -
Alamat Kantor
Jl. Kenari No.2, Semaki
Telp Kantor
0274 517327Surat Elektronik
[email protected]Alamat Kantor
Jl. Kenari No.2, Semaki
BTKP DIY- Sekarang ini, peran guru dalam pembelajaran yaitu sebagai fasilitator dan katalisator saja, yang mana dalam pembelajaran bukan guru yang aktif menjelaskan materi, akan tetapi siswa yang harus lebih aktif mencari informasi. Oleh karena itu, agar memudahkan siswa dalam mencari informasi, disini perlu adanya sarana untuk memfasilitasi siswa yaitu dengan mengembangkan bahan ajar. Dalam hal ini, BTKP DIY memfasilitasi sarana media pendidikan yaitu Pengembangan Media Pembelajaran Ketrampilan Batik Tulis Gaya Yogyakarta dengan menggunakan Media berbasis video untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran Pendidikan Seni Rupa Di Sekolah.
Jumat (6/07), BTKP DIY bekerjasama dengan ADI TV kembali menyelenggarakan Talkshow Dialog Khusus, yang disiarkan secara langsung dari Studio ADI TV. Kali ini Dialog Khusus mengusung tema Ketrampilan Batik Tulis Gaya Yogyakarta, dengan menghadirkan narasumber Endra Santosa, S.H. (Kabid PNFI Dinas Dikpora DIY),Dra. Imtikhanah, M.Pd. (Guru Batik di SMK 2 Sewon sekaligus Penulis Naskah Video Pembelajaran “Ketrampilan Batik Tulis Gaya Yogyakarta” ), serta Irvan Andi Wiranata ( Pengkaji Media).
Menurut Imtikhanah, media batik ini sesuai dengan program BTKP dalam pembuatan media dengan mapel Seni Rupa yang berbasis budaya. Selain itu sebagai salah satu cara untuk mewarisi dan melestarikan Budaya Batik di Yogyakarta. “Untuk menyelesaikan naskah video pembelajaran ini memakan waktu satu bulan. Dalam video pembelajaran ini anak-anak belajar ke suatu tempat pengrajin batik dan di sana diajari dari awal proses membuat motif sampai pewarnaan atau istilah dalam bahasa jawanya pelorotan”, terang Imtikhanah.
Selaku pengkaji media Andi menjelaskan bahwa media ini menampilkan video cara membuat batik dengan corak sederhana, dan hanya mengambil beberapa contoh corak saja. “Proses pengkajian butuh waktu satu minggu, diantaranya dengan memotong adegan-adegan yang kurang sesuai. Kemudian setelah di kaji, video ini berdurasi 24 menit”, jelas Andi.
Berkaitan dengan hal ini, Endra Santosa juga menambahkan bahwa di Pendidikan Non Formal juga ada Program Kecakapan Hidup yang bekerjasama dengan LKP dan SMK. Kerjasama tersebut adalah diselenggarakannya diklat/kursus membatik gratis bagi semua masyarakat di DIY, khususnya yang kurang mampu. “Bagi masyarakat di DIY yang ingin mengikuti kursus tersebut dapat mengisi formulir di Dikpora dan selanjutnya akan di verifikasi terlebih dahulu”, terang Beliau.
Media akan terus berkembang sesuai dengan teknologi yang digunakan,nantinya media pembelajaran juga akan dapat diakses melalui smartphone dan jejaring social. Dalam sesi akhir Endra Santosa juga berpesan bahwa sebagai pewaris budaya Yogyakarta, kita harus merasa “hadarbeni” (memiliki) warisan budaya batik tersebut. “Kepada semua masyarakat silahkan warisi budaya batik dan dilestarikan dalam pendidikan mulai sejak dini”, pungkas Endra Santosa. (fwk)