Dialog Interaktif Membahas Tamasya ke Wahana Pelangi

Balai Tekkomdik DIY - Balai Tekkomdik DIY kembali menyelenggarakan layanan promosi atas video animasi pembelajaran hasil produksi Balai Tekkomdik DIY. Layanan promosi ini dilaksanakan dengan dialog interaktif "Teras Jogja", yang ditayangkan secara langsung pada stasiun Jogja TV, Senin (24/6) pukul 16.00 hingga 17.00. Kali ini, materi yang dibahas adalah animasi pembelajaran dengan judul "Bertamasya ke Wahana Pelangi" yang ditulis oleh Rr. Istiqomah Aguswati, S.Pd. dari TK At-Takwa GUPPI Panjatan, Kulonprogo.

Selain penulis naskah, dialog interaktif yang dipandu oleh Indah Ardina ini, juga menghadirkan narasumber lain, yakni Bambang Edi Purnomo, ST dari BPMR DIY, dan Drs. Suraya, Kabid Perencanaan dan Standarisasi Dinas Dikpora DIY.

Animasi Pembelajaran dengan judul "Bertamasya ke Wahana Pelangi" ini, mengambil cerita mengenai anak-anak TK Melati yang akan pergi ke Wahana Pelangi yang berlokasi di Karangwuluh, Temon, Kulonprogo. Wahana Pelangi ini adalah salah satu tempat wisata terbaik di Kulonprogo. Untuk menuju kesana, anak-anak dan Ibu Guru sepakat untuk menggunakan dua andong milik ayah dari salah satu anak TK Melati.

Di Wahana Pelangi, terdapat berbagai wahana permainan, diantaranya adalah motor mini, mobil mini, kereta mini, kolam bola, kolam renang, dan panggung hiburan. Anak-anak mencoba kolam bola untuk permainan pertama. Selanjutnya, anak-anak mencoba motor mini. Namun ada satu anak yang tidak mau mencoba karena takut, yakni Arif. Tetapi setelah diyakinkan dan diberi semangat oleh teman-temannya, Arif pun akhirnya bersedia untuk mencoba menaiki motor mini. Ia pun akhirnya senang dan justru ketagihan.

Selanjutnya anak-anak bermain renang. Sebelum renang, Nisa selaku murid tertua, meminta teman-temannya untuk ganti baju terlebih dahulu, sesuai dengan kamar mandi masing-masing. Bagi teman-teman putri, Nisa meminta untuk ganti di kamar mandi putri, sedangkan bagi teman-teman putra, Nisa meminta untuk ganti di kamar mandi putra.

Setelah renang selesai, anak-anak pun bergegas akan pulang. Namun setelah dihitung, ternyata ada satu anak yang belum nampak di Andong, yakni Arif. Ibu Guru segera menyuruh Nisa untuk mencari Arif di dalam. Ternyata, Arif habis buang air di kamar mandi. Karena tergesa-gesa, Arif pun belum sempat meminta ijin kepada guru maupun teman-temannya. Akhirnya, Arif pun meminta maaf kepada Ibu Guru dan para temannya, karena tidak ijin saat akan meninggalkan kelompok untuk buang air kecil. Demikianlah akhirnya animasi pembelajaran ini pun diakhiri.

Menurut Istiqomah, sang penulis naskah, ia ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak, agar setelah melihat tayangan tadi, anak akan bersikap positif seperti di video tadi. Apabila masih ada yang kurang pemberani, kurang disiplin, kurang sopan, maka akan menjadi pemberani, disiplin dan sopan seperti tokoh Arif dan Nisa pada animasi pembelajaran tadi.

Sementara itu, Bambang Edi Purnomo mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Istiqomah. Ia mengakui, memang susah mengkombinasikan antara kompetensi pembelajaran dengan dunia bermain anak dan karakter anak. Namun demikian, ia juga memberi masukan, agar dikembangkan lagi sisi kreativitas kreativitas dan alur cerita, agar lebih menarik bagi anak maupun guru.

Kabid Perencanaan dan Standarisasi Dinas Dikpora DIY, Drs. Suraya menyampaikan bahwa hasil produksi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk memanfaatkan hasil produksi tersebut, masyarakat bisa datang ke Balai Tekkomdik DIY, yang berlokasi di sebelah selatan Mandala Krida, atau melalui website BTKP, yakni jogjabelajar.org.  (m.tok)