-
Telp Kantor
0274 517327 -
Surat Elektronik
[email protected] -
Alamat Kantor
Jl. Kenari No.2, Semaki
Telp Kantor
0274 517327Surat Elektronik
[email protected]Alamat Kantor
Jl. Kenari No.2, Semaki
Yogyakarta, 9 Juni 2026 – Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta bersama tim peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta serta perwakilan Sekolah Model Jogja Smart School (JSS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Bullying dan Cyberbullying di Satuan Pendidikan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Tekkomdik DIY dan dihadiri oleh kepala sekolah SMA/SMK sederajat dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
FGD ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “ Prototipe Manajemen Kompetensi Komunikasi Hati pada Website Sikomhati.id sebagai Strategi Pengurangan Bullying dan Cyberbullying Mendukung Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di Smart School Daerah Istimewa Yogyakarta” yang dilaksanakan oleh tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan Balai Tekkomdik DIY. Menurut ketua Peneliti Prof. Dr. Puji Lestari, M.Si dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, kegiatan tersebut bertujuan menggali berbagai masukan, pengalaman, serta kebutuhan sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik bullying maupun cyberbullying dengan pendekatan komunikasi hati melalui prototipe sikomhati.id.
Dalam sambutannya, PLT Balai Tekkomdik DIY, Drs. R. Suci Rohmadi, M.I.P menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang semakin luas di kalangan pelajar membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan. Praktik perundungan tidak lagi terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga merambah ke ruang digital yang sulit dikendalikan dan berpotensi memberikan dampak psikologis jangka panjang bagi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan yang tidak hanya mengedepankan aturan dan sanksi, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, serta karakter positif pada siswa. Literasi digital Komunikasi hati melalui prototipe sikomhati.id merupakan langkah yang tepat untuk merumuskan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Pengembangan prototipe sikomhati.id yang diketuai oleh Prof. Puji Lestari dengan anggota Dra. Sri Isworo Ediningsih, MM dan Dani Fadillah, MA. Ph.D ini bekerja sama dengan Balai Tekomdik, sebagai inovasi dan mengintegrasikan pendekatan humanis dan pemanfaatan teknologi digital. Kami berharap platform ini nantinya menjadi media edukasi, refleksi, konsultasi, dan penguatan kapasitas bagi peserta didik dan pendidik. Program ini dapat mengarahkan nilai-nilai empati guna menciptakan budaya komunikasi yang sehat dan bebas dari kekerasan, dan mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman. Mudah-mudahan nantinya program ini menjadi kebijakan dan regulasi yang menguatkan untuk menciptakan sekolah aman dan nyaman.
Kegiatan ini juga didukung oleh Plt.Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (DIKPORA) DIY melalui sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dikpora Muhammad Ali Sa’id, SE, yang mengatakan bahwa Teknologi digital berdampak pada perundungan. Dalam konteks inilah pendekatan komunikasi hati sangat relevan. Kegitan ini menjadi wadah mengidentifikasi bentuk bullying dan cyber bullying serta mendiskusikan penerapan komunikasi hati di sekolah-sekolah. Bapak Kepala Dinas menyampaikan apresiasi kepada Balai TekomdikDIY , LPPM UPN Veteran Yogyakarta, 50 sekolah yang tergabung pada Jogja Smart School, dan semua pihak yang terlibat. Semoga hasilnya menjadi rekomendasi yg aplikatif untuk pencegahan bullying dan ciber bullying di sekolah-sekolah. Meomentum ini kita jadikan kesempatan untuk menciptakan sekolah aman, inkliusif dan nyaman bagi peserta didik.
Pada kesempatan ini Prof. Dr. Puji Lestari juga menjelaskan pendekatan yang dikembangkan dalam penelitian yang didanai hibah DPPM Dikti 2026 yaitu Komunikasi Hati. Pendekatan komunikasi hati mengintegrasikan olah pikir yaitu mengarahkan pikiran ke hal-hal positif, dan olah rasa mengubah perasaan negatif menjadi energi positif, untuk membangun sikap empati sehingga tercipta kedamaian hati. Hal ini dapat membuat hubungan yang damai dan harmonis di lingkungan sekolah. Pendekatan ini diyakini dapat menjadi strategi preventif sekaligus solutif dalam mengurangi kasus bullying dan cyberbullying di kalangan peserta didik.
Pada sesi pemaparan, tim pengembang memperkenalkan Aplikasi SIKOMHATI (Literasi Komunikasi Hati) yang dapat diakses melalui platform sikomhati.id. Website ini dirancang sebagai media pembelajaran dan pendukung pencegahan bullying serta cyberbullying melalui penyediaan materi literasi, refleksi diri, studi kasus, asesmen, serta berbagai fitur yang membantu siswa memahami pentingnya komunikasi yang sehat. Hasil dari FGD ini akan menjadi dasar pengembangan fitur-fitur website agar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik peserta didik di DIY.
Selama diskusi, para kepala sekolah dan peserta FGD membahas berbagai isu strategis, mulai dari kondisi bullying dan cyberbullying di sekolah, tantangan dalam penanganan kasus, peran guru dan orang tua, hingga kebutuhan sistem digital yang mampu mendukung upaya pencegahan dan penanganan perundungan. Selain itu, peserta juga memberikan masukan terkait pengembangan modul kompetensi Komunikasi Hati yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun program penguatan karakter di sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk rekomendasi yang komprehensif mengenai model penanganan bullying dan cyberbullying berbasis komunikasi hati. Selain itu, FGD juga menjadi sarana membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, hasil analisis kebutuhan dan rekomendasi dari peserta akan digunakan dalam penyempurnaan website SIKOMHATI serta penyusunan modul kompetensi Komunikasi Hati. Diharapkan inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung sekolah-sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, ramah anak, dan bebas dari bullying maupun cyberbullying. Komunikasi hati mendukung terciptanya budaya sekolah yang aman dan nyaman, sesuai Permendikdasmen no 6 tahun 2026, jauh dari bullying, cyber bullying, kekerasan.