Pendidikan Karakter Era Digital

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar anak didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003).

Pendidikan karakter adalah suatu pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan aspek-aspek moral, etika, dan nilai-nilai positif dalam diri individu. Tujuan utama dari pendidikan karakter adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan kepribadian yang baik, integritas, tanggung jawab, empati, kejujuran, dan nilai-nilai positif lainnya yang membantu mereka menjadi warga negara yang baik dan berkualitas.

Menurut Dr. Muhammad Yaumi., M.A dalam buku Pendidikan Karakter, pendidikan karakter adalah mengajar peserta didik tentang nilai-nilai dasar kemanusiaan termasuk kejujuran, kebaikan, kemurahan hati, keberanian, kebebasan, kesetaraan, dan penghargaan kepada orang lain.

Pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan akademis, tetapi juga fokus pada pembentukan sifat-sifat moral dan etika yang dapat membimbing individu dalam menghadapi berbagai situasi hidup. Dengan kata lain, pendidikan karakter bertujuan untuk membantu peserta didik tidak hanya menjadi pintar secara akademis, tetapi juga menjadi individu yang beretika dan bertanggung jawab.

Dalam konteks ini, nilai-nilai seperti rasa hormat, kerja sama, kejujuran, keberanian, kesetiaan, dan empati dianggap sebagai bagian integral dari pendidikan karakter. Pendekatan ini tidak hanya terfokus pada lingkup pendidikan formal di sekolah, tetapi juga mencakup pengaruh dari lingkungan sosial, keluarga, dan masyarakat secara lebih luas.

Ada beberapa alasan mengapa pendidikan karakter sangatlah penting, beberapa di antaranya:

  1. Membentuk Akhlak Mulia
    Salah satu tujuan utama pendidikan karakter adalah membentuk akhlak mulia pada generasi penerus. Dengan memiliki nilai-nilai moral yang kuat, individu lebih cenderung membuat keputusan yang baik dan bertanggung jawab.

  2. Mengatasi Tantangan Moral
    Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh dengan godaan, individu yang memiliki pendidikan karakter yang baik lebih mampu mengatasi tantangan moral dan menjaga integritas mereka.

  3. Membentuk Pemimpin Berkualitas
    Pendidikan karakter membantu menghasilkan pemimpin berkualitas yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kepemimpinan yang baik, empati, dan etika yang kuat.

  4. Mengurangi Perilaku Negatif
    Pendidikan karakter dapat membantu mengurangi perilaku negatif seperti bullying, kekerasan, dan penggunaan narkoba. Ini menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan positif.

  5. Mempersiapkan untuk Kehidupan Dewasa
    Akhirnya, pendidikan karakter membantu siswa mempersiapkan diri untuk kehidupan dewasa. Mereka belajar cara berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan konflik, dan membuat keputusan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Era digital merujuk pada periode waktu di mana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi sangat merasuk dan mendominasi banyak aspek kehidupan manusia. Era ini ditandai oleh transformasi fundamental dalam cara orang berkomunikasi, bekerja, berinteraksi, dan mengakses informasi. Beberapa ciri khas era digital melibatkan penggunaan teknologi digital yang canggih, konektivitas internet yang luas, dan percepatan perubahan teknologi.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari era digital:

Teknologi Digital yang Meresap: Perangkat digital seperti komputer, smartphone, tablet, dan perangkat pintar lainnya telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat mengandalkan teknologi ini untuk berkomunikasi, bekerja, belajar, dan menghibur diri.

Internet dan Konektivitas: Konektivitas internet yang luas telah mengubah cara orang berinteraksi dengan informasi. Akses cepat dan global ke internet memungkinkan pertukaran informasi secara instan di seluruh dunia, serta memfasilitasi komunikasi jarak jauh dan kolaborasi.

Transformasi Bisnis: Bisnis dan industri telah mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan proses, dan berinovasi. Konsep seperti e-commerce, bisnis berbasis data, dan transformasi digital menjadi sangat relevan.

Media Sosial dan Interaksi Daring: Kemunculan media sosial telah mengubah cara orang berinteraksi dan berbagi informasi. Platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya memungkinkan orang terhubung secara global, tetapi juga membawa tantangan terkait privasi dan pengaruh sosial.

Big Data dan Analitika: Data yang besar (big data) menjadi lebih mudah dikumpulkan dan dianalisis, memberikan wawasan yang berharga dalam berbagai bidang seperti bisnis, kesehatan, dan pendidikan. Analitika data menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang lebih baik.

Keamanan Digital: Seiring dengan keuntungan teknologi digital, tantangan keamanan cyber juga meningkat. Perlindungan data pribadi, keamanan transaksi online, dan perlindungan terhadap serangan siber menjadi isu penting dalam era digital.

Pendidikan dan Pembelajaran Daring: Pendidikan mengalami transformasi signifikan dengan adopsi teknologi digital. Pembelajaran daring (e-learning), sumber daya daring, dan platform pembelajaran berbasis teknologi semakin umum digunakan.

Perubahan Budaya dan Sosial: Era digital juga telah memberikan dampak pada budaya dan norma sosial. Perubahan dalam cara orang berkomunikasi, membangun hubungan, dan mengonsumsi informasi menciptakan pergeseran dalam dinamika sosial.

Era digital terus berkembang, dan dampaknya dapat dirasakan di berbagai bidang kehidupan. Adopsi teknologi dan ketergantungan pada inovasi digital terus mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia sekitar dan membentuk paradigma baru dalam berbagai aspek kehidupan.

Tantangan Pendidikan Era Digital

Pendidikan karakter di era digital menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar dapat efektif membentuk kepribadian siswa. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pendidikan karakter dalam era digital:

  1. Pengaruh Media Sosial:
    Media sosial dapat menjadi platform yang memperkuat atau merusak karakter seseorang. Konten yang tidak sehat, cyberbullying, dan eksposur berlebihan terhadap citra tubuh ideal dapat membentuk persepsi yang tidak sehat.
  2. Overload Informasi:
    Akses cepat dan berlebihan terhadap informasi dapat menyebabkan kebingungan nilai dan norma, serta membingungkan pemahaman tentang apa yang benar dan salah.

  3. Ketidaksetaraan Akses Teknologi:
    Siswa dari latar belakang ekonomi rendah mungkin mengalami ketidaksetaraan dalam akses teknologi, yang dapat menghambat partisipasi mereka dalam pendidikan karakter digital.

  4. Pembauran Identitas Online dan Offline:
    Perbedaan antara kehidupan online dan offline dapat menciptakan dilema etika dan moral, dengan norma yang berbeda dalam setiap lingkungan.

  5. Pentingnya Pemantauan Orang Tua:
    Orang tua mungkin kesulitan memantau dan memahami pengaruh digital secara menyeluruh terhadap perkembangan karakter anak.

  6. Kurangnya Model Peran Positif:
    Keterpaparan pada figur publik dan selebriti online yang mungkin tidak selalu mewakili nilai-nilai positif.

  7. Perubahan Cepat dalam Teknologi:
    Teknologi terus berkembang, dan pendidik harus terus memperbarui pendekatan mereka agar tetap relevan.

  8. Perubahan Paradigma Pembelajaran:
    Pendidikan karakter dalam era digital memerlukan perubahan paradigma dalam metode pengajaran dan pembelajaran.

Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pihak terkait lainnya, serta komitmen untuk terus mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan dinamika era digital.

Strategi Pendidikan Karakter Era Digital

Pendidikan karakter di era digital memerlukan strategi yang sesuai dengan dinamika perkembangan teknologi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diadopsi untuk membantu membentuk karakter siswa di era digital:

  1. Integrasi Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran Berbasis Digital:
    Memastikan bahwa nilai-nilai karakter menjadi bagian integral dari kurikulum. Mengembangkan materi pembelajaran digital yang menekankan aspek moral dan etika.

  2. Pembelajaran Berbasis Proyek:
    Menggunakan proyek-proyek atau tugas-tugas praktis yang menekankan nilai-nilai karakter. Memberikan konteks dunia nyata yang memungkinkan siswa menerapkan nilai-nilai etika dalam solusi masalah.

  3. Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Pendidikan Karakter:
    Memanfaatkan platform digital dan aplikasi pendidikan untuk menyampaikan informasi tentang nilai-nilai karakter. Menggunakan permainan pendidikan yang didesain khusus untuk mempromosikan karakter positif.

  4. Model Peran Positif Online:
    Mengidentifikasi dan mempromosikan model peran positif di dunia maya, seperti mentor online atau tokoh inspiratif. Mengajarkan siswa untuk menyaring dan memilih konten online yang mempromosikan nilai-nilai positif.

  5. Pengembangan Literasi Digital dan Etika Online:
    Meningkatkan literasi digital siswa, termasuk pemahaman tentang etika online dan tata cara berperilaku di dunia maya. Mengajarkan konsep tanggung jawab dalam penggunaan teknologi dan media sosial.

  6. Pendekatan Kolaboratif dan Proyek Antarbidang:
    Mendorong proyek-proyek kolaboratif antar bidang yang membutuhkan kerja sama tim dan pembentukan karakter. Memfasilitasi dialog dan diskusi tentang nilai-nilai etika yang relevan dalam konteks proyek.

  7. Pengembangan Keterampilan Empati:
    Menciptakan situasi pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami dan menghargai perspektif orang lain. Menggunakan teknologi untuk membantu memahamkan tantangan dan pengalaman orang lain di dunia.

  8. Pendidikan Keamanan Digital:
    Mengintegrasikan pendidikan keamanan digital sebagai bagian dari kurikulum. Menekankan pentingnya melindungi privasi dan keamanan dalam penggunaan teknologi.

Pendidikan karakter tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya campur tangan berbagai pihak. Kurkulum yang sesuai dengan era digital, guru yang memahami karakter siswa era digital serta orangtua yang melek digital menjadi sebuah keharusan. Kolaborasi antara pemerintah sebagai pengambil kebijakan, guru dan orangtua menjadi hal yang wajib dilakukan untuk mewujudkan Pendidikan karakter yang lebih baik pada era digital ini.

SUMBER RUJUKAN

gurudikdas.kemdikbud.go.id, “Pendidikan karakter, peranan dalam menciptakan peserta didik yang berkualitas”

<https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/pendidikan- karakter-:-peranan-dalam-menciptakan-peserta-didik-yang-berkualitas>[diakses 13 Desember 2023]

kumparan.com, “ pengertian era digital dan dampaknya untuk kehidupan manusia” https://kumparan.com/kabar-harian/pengertian-era-digital-dan-dampaknya-untuk-kehidupan-manusia-1wvfOV0vP29/4 [diakses 13 Desember 2023]

kumparan.com. “pengertian pendidikan karakter dan manfaatnya” <https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-pendidikan-karakter-dan-manfaatnya-2182QsgHWxO> [diakses 13 Desember 2023]

Pemerintah Indonesia. Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.