Mentimeter Sebagai Pemusat Perhatian Siswa di Awal Pembelajaran

Belajar merupakan interaksi individu dengan lingkungannya. Lingkungan dalam hal ini dapat berupa manusia atau obyek-obyek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman-pengalaman atau pengetahuan, baik pengalaman atau pengetahuan baru maupun sesuatu yang pernah diperoleh atau ditemukan sebelumnya akan tetapi menimbulkan perhatian kembali bagi individu tersebut sehingga memungkinkan terjadinya interaksi. Adanya interaksi individu dengan lingkungan ini mendorong seseorang untuk lebih intensif meningkatkan keaktifan jasmaniah: maupun mentalnya guna lebih mendalami sesuatu yang menjadi perhatian. Sebagai contoh, ketika seorang anak memperhatikan bagaimana seorang pemanjat tebing melakukan aktivitasnya. Semakin kuat interaksi individu tersebut dengan obyek (berupa kegiatan tersebut), maka akan semakin besar pula perhatian dan dorongan individu itu untuk memahami aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pemanjat tebing tersebut. Oleh sebab itu, di dalam proses pembelajaran bilamana guru berhasil menumbuhkan hubungan yang intensif dengan siswa dalam proses pembelajaran, maka akan terjadi interaksi yang semakin kokoh dan pada gilirannya memungkinkan siswa semakin terdorong untuk memahami atau mengetahui lebih mendalam sesuatu yang dipelajari. Sebaliknya ketika interaksi individu dengan lingkungan semakin lemah, maka dorongan mental untuk mendalami sesuatu yang menjadi sumber belajar juga akan semakin melemah. Dalam keadaan ini akan semakin sulit bagi individu untuk mendapatkan dorongan guna memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang diharapkan.

Dengan teknologi saat ini yang memungkinkan pengguna dari segala usia untuk online kapan saja, masuk dan terlibat dalam dunia digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan. Namun, penggunaan teknologi memiliki titik kritis antara manfaat tak terbatas konten/koneksi dan penggunaan berlebihan/ketergantungan. Tumbuh secara terus-menerus dunia yang terhubung telah membentuk perspektif dan perilaku Generasi Z terkait dengan penggunaan teknologi - akankah lebih baik dan atau lebih buruk. Dengan meluasnya akses dan penggunaan teknologi digital saat ini, potensi ketergantungan dan kecanduan adalah masalah nyata. Hampir setengah dari orang dewasa Amerika pengguna ponsel cerdas menunjukkan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa ponsel mereka. Pada sebuah studi oleh LivePerson, para peneliti menemukan bahwa 70 persen generasi muda Milenial dan anggota Generasi Z yang lebih tua memiliki ponsel mereka dalam jangkauan tangan ketika mereka tidur, dan lebih dari setengahnya memeriksa ponsel mereka jika mereka bangun kadang pada malam hari. Studi lain, yang dilakukan oleh Deloitte pada tahun 2017, menemukan bahwa anak berusia 18 hingga 24 tahun melaporkan memeriksa ponsel mereka 86 kali sehari, yang lebih tinggi dari kelompok usia lainnya. Dengan 89 persen remaja Generasi Z memanfaatkan Internet beberapa kali sehari, tidak mungkin mereka akan terputus dari dunia online dengan mudah. Bahkan hadiah uang pun kemungkinan besar tidak akan berpengaruh bagi mereka untuk menyerahkan ponsel dan teknologi online mereka. LivePerson menemukan bahwa 43 persen orang di bawah usia 35 tahun akan melepaskan ponsel cerdas mereka. Dengan ekspansi peluang dan perubahan yang cepat di abad 21, teknologi dalam pendidikan tidak lagi menjadi pilihan, tetapi realitas yang tak terelakkan. Kapasitas guru adalah enabler inti yang berhasil mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran dan pembelajaran serta membantu mengembangkan keterampilan yang diperlukan di benak siswa.

Awal pembelajaran seharusnya adalah momen yang dinanti-nantikan oleh siswa sesuai dengan sembilan peristiwa belajar yang dinyatakan oleh Gagne. Yang pertama dan yang menjadi titik kritis adalah gain attention - mendapatkan perhatian, menimbulkan minat, dan memusatkan perhatian siswa. Pendidik harus memulai pelajarannya dengan menimbulkan minat dan perhatian siswa. Dengan minat dan perhatian, mereka akan memiliki kepekaan indera untuk merespon stimulus yang diberikan, sehingga guru dapat memberikan pembelajaran dengan lebih efektif. Guru perlu menimbulkan minat dan perhatian murid melalui penyampaian sesuatu. Selain itu, guru perlu mendorong perubahan ekosistem pengajaran di sekolah agar lebih menyenangkan bagi siswa dalam menuntut mu. Sekolah yang baik bukan hanya sebagai sarana transformasi imu akademik dari guru kepada murid. Namun, sekolah juga harus mampu menghasilkan siswa berkualitas baik secara akademik dan berkarakter positif. Untuk dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, guru perlu mendorong perubahan ekosistem pengajaran di sekolah agar lebih menyenangkan bagi siswa dalam menuntut ilmu.

Saat ini banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan teknologi di bidang pendidikan. Tren yang berkembang saat ini adalah memanfaatkan berbagai platform online tanpa perlu menginstall software, sangat membantu guru dalam berkreasi. Salah satu platform yang bisa digunakan oleh guru untuk melibatkan siswa pada awal pembelajaran adalah mentimeter. Mentimeter adalah platform untuk melibatkan audiens (siswa). Platform untuk membuat presentasi online yang lebih dari sekedar slide interaktif, membuat presentasi yang mengesankan lebih mudah dari yang pernah ada sebelumnya. Pastikan siswa Anda tetap terlibat aktif dengan mentimeter. Uji pengetahuan, mulai diskusi, dan bersenang-senanglah dengan platform presentasi interaktif ini. Mentimeter memberikan kesempatan berpendapat kepada setiap siswa. Uji pengetahuan siswa Anda, kumpulkan umpan balik, dan minta mereka untuk berefleksi dengan fitur polling (jajak pendapat) dan survei secara langsung. Gunakan word clouds (awan kata), pertanyaan terbuka, kuis, dan presentasi untuk memulai percakapan dan memicu ide di kelas. Siswa dapat menjawab - mengakses presentasi Anda menggunakan smartphone mereka. Secara singkat mentimeter dapat dideskripsikan dengan platform gratis, mudah digunakan, hasilnya bagus dan mudah dibagikan.

Alur dalam membuat presentasi interaktif adalah dengan editor online yang mudah digunakan. Tambahkan pertanyaan, polling (jajak pendapat), kuis, slide, gambar, gif, dan lainnya ke presentasi Anda untuk membuat presentasi yang menyenangkan dan menarik. Libatkan siswa Anda menggunakan ponsel cerdas mereka untuk terhubung ke presentasi tempat mereka dapat menjawab pertanyaan Anda. Visualisasikan tanggapan mereka secara real-time untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan interaktif. 

Mentimeter sama seperti software aplikasi online lain, yang mewajibkan pengguna untuk membuat akun terlebih dahulu, sebelum memanfaatkan fitur-fiturnya. Cara untuk membuat akun di mentimeter, yaitu buka www.mentimeter.com melalui browser Anda kemudian pilih sign up. Untuk mempercepat pembuatan akun, pilih sign up with google atau mendaftar dengan akun google masing-masing, lalu input akun google masing-masing. Mentimeter menyediakan beberapa paket berbayar, namun Anda bisa memaksimalkan paket yang gratis. Paket gratis ini antara lain menyediakan: 1) audiens (peserta) yang tidak terbatas; 2) presentasi yang tidak terbatas; 3) maksimal 2 slide pertanyaan dan 4) maksimal 5 presentasi kuis. Selain paket gratis ada paket-paket lain yang berbayar, dan pastinya fitur yang bisa digunakan lebih banyak juga. Tapi kita bisa memaksimalkan paket yang gratis ini untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

Fitur yang ada di mentimeter antara lain :

  1. word clouds : awan kata (juga dikenal sebagai kata, kolase kata, atau awan tag) adalah representasi visual dari kata-kata. Jenis visualisasi ini dapat membantu penyaji dengan cepat mengumpulkan data dari audiens mereka, menyoroti jawaban paling umum, dan menyajikan data dengan cara yang dapat dipahami semua orang. Word clouds dapat digunakan untuk brainstorming, icebreaker, mengumpulkan ide dan refleksi tim (evaluasi). Bebaskan siswa anda membuat awan kata yang indah. Cukup ajukan pertanyaan, sampaikan kepada siswa anda, dan biarkan mereka menambahkan kata dengan ponsel cerdas atau perangkat lain mereka. Jawaban muncul secara real-time untuk membangun Word Cloud yang dinamis. Semakin besar kata atau emoji, semakin banyak orang yang mengirimkannya, sehingga mudah untuk dengan cepat menemukan jawaban mana yang paling populer.
  2. Live instant polling (Jajak pendapat interaktif langsung) : Mentimeter memberi Anda kekuatan untuk merancang berbagai jajak pendapat interaktif. Polling audiens Anda bisa menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan membuat presentasi dinamis dan mudah diingat. Jajak pendapat ini dapat digunakan untuk pertanyaan pilihan ganda, visualisasi inovatif, menambahkan gambar sebagai opsi & melihat tren dengan segmentasi.
  3. Entertaining Quizzes (kuis-kuis menghibur) : Buat kuis interaktif yang dirancang secara menyenangkan dan dinamis yang pastinya akan sangat  membantu siswa dalam belajar. Menambahkan elemen kompetisi dan interaksi ke presentasi Anda akan memberikan energi pada siswa. Bisa serius atau santai, pastikan selalu menyenangkan.
  4. Q&A question & answer (tanya jawab) Jadikan presentasi Mentimeter Anda lebih inklusif dengan memungkinkan audiens Anda mengajukan pertanyaan secara langsung dan tanpa nama. Tambahkan slide Tanya Jawab atau persilakan siswa Anda memasukkan pertanyaan mereka selama presentasi. Beri kesempatan siswa Anda untuk menyuarakan pertanyaan mereka. Pertanyaan dapat bersifat anonim, menciptakan lingkungan yang terbuka dan aman. Fungsi fitur Tanya Jawab dapat sangat berguna dalam kelompok kecil, terutama saat mendiskusikan topik sensitif.

"May be the most important teaching is to lighten up and relax." (Mungkin hal yang paling penting dari mengajar adalah rasa ringan dan rileks). Semestinya, inilah yang dirasakan para guru saat mengajar. Ia tidak melihat mengajar sebagai pelampiasan apa yang menjadi beban hidup, baik di rumah maupun di masyarakat, tetapi mengajar bisa membuatnya merasa ringan dan rileks. Di sekolah, guru yang merupakan pribadi dewasa bisa belajar dari kepolosan siswa-siswi.

Kesempatan mengajar seharusnya bisa dijadikan sebagai “variasi”. Ketika mengajar dilihat sebagai variasi, guru akan melihat bahwa hari itu akan lain dari yang lain. Guru tidak menganggap bahwa hari-hari mengajar adalah sama, yaitu hanya mengulang hal yang sama, tetapi justru menjadikan dia mempersiapkan diri untuk dapat menampilkan sesuatu yang lain atau sesuatu yang baru sama sekali. Variasi juga semestinya dirasakan oleh siswa terhadap model pendekatan dan pengajaran yang selalu baru dan variatif. Seorang guru selalu membuat siswa terperangah oleh hadirnya metode baru, konten baru dan  sesuatu yang baru. Setiap kali datang, mereka selalu menantikan sesuatu yang baru, variatif, dan disenangi siswa.

Sebaliknya, guru yang cara mengajarnya bisa ditebak, menjadi beban yang berat bagi siswa. Membayangkan pelajarannya saja sudah ada penolakan. Siswa sudah merasakan adanya beban yang berat karena tahu apa yang akan terjadi (sesuatu yang membosankan) dan tidak akan terjadi (sesuatu yang menyenangkan).

Untuk membuat variasi yang kontinu, memang bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, seorang guru harus terus memantaskan dirinya. Dengan membaca, bergaul, menambah pengetahuan, ia akan menemukan variasi baru yang bisa dibagikan sebagai bekal bagi siswa-siswinya.Selain itu, pengalaman juga dapat diolah sehingga dapat menjadi bahan dalam pembelajaran. Rangkaian pengalaman itu dapat dibagikan sehingga menjadi nilai berharga.

Menurut Prof. Dr. Munir, M.IT., guru menjadi ujung tombak pemanfaatan TIK dalam pendidikan karena guru berada pada posisi front-end yang langsung bersentuhan dengan siswa. Keberadaan TIK di masyarakat yang begitu terbuka (open access) sangat memungkinkan siswa bisa lebih mengakses informasi secara cepat dan jika guru tidak mengimbangi maka bisa terjadi knowledge capacity siswa lebih tinggi dibandingkan guru. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kemampuan TIK yang memadai, bahkan tidak hanya cukup dengan ICT literacy, tetapi harus beranjak menjadi ICT fluence

Agar pendidikan berjalan dengan baik, seorang guru harus mau menjadi pembelajar seumur hidup. Di era Revolusi Industri 4.0 seperti sekarang ketika penggunaan internet sudah menjadi konsumsi publik, guru harus pandai-pandai meng-upgrade kompetensi dirinya mengikuti perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan peserta didik dapat dengan mudah memperoleh informasi apapun dari internet. Oleh karena itu, guru pun harus mau untuk terus mengasah kemampuannya dengan memanfaatkan TIK. Guru milenial adalah long life learner yang selalu menginspirasi peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan yang didapat untuk menjadi ilmu yang bermanfaat.

Referensi :

  • Seemiller C. Grace M. 2019. Generation Z - A Century In The Making. New York:Routledge
  • D. W., Indrajit, R.E. 2020. Menyongsong Era Baru Pendidikan Pengembangan Kompetensi TIK Guru berdasarkan UNESCO ICT (Competency Framework for Teacher).Yogyakarta:Andi
  • R. 2018. Menjadi Guru Hebat Zaman Now. Jakarta:Grasindo
  • 2019. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
  • Rafiqo H., Indrajit, R.E. 2021. Guru Milenial dan Tantangan Society 5.0. Yogyakarta:Andi.
  • https://www.mentimeter.com/features diakses 17 Oktober 2022

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(https://purefine.online/backlink.php): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 522

Filename: public_html/index.php

Line Number: 316

Backtrace:

File: /home/btkpdiy1/public_html/index.php
Line: 316
Function: file_get_contents