Baca Artikel

Kategori: Pengetahuan Umum

Waspadai Cabin Fever di Masa Pandemi COVID-19

Blog Single

Demi memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19, banyak orang yang kini harus menghabiskan sepenuh waktu di rumah. Baik untuk bekerja, belajar, bahkan berbelanja. Pemerintah juga telah memberlakukan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia. PSBB melarang orang-orang berkegiatan di luar rumah kecuali keadaan darurat. Di Jakarta sendiri, PSBB sudah memasuki periode kedua yakni dari 24 April sampai nanti pada 22 Mei 2020.

Di minggu-minggu awal masa karantina, beraktivitas penuh di rumah mungkin masih terasa menyenangkan. Namun, setelah lebih dari satu bulan lamanya, ancaman baru pun muncul. Lamanya masa isolasi diri dengan tidak pergi meninggalkan rumah selama berminggu-minggu tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik seseorang, melainkan juga kesehatan mental. Salah satu permasalahan yang dapat muncul berkaitan erat dengan isolasi seseorang di dalam satu ruangan/bangunan untuk jangka waktu yang lama atau yang dikenal dengan istilah cabin fever.

Cabin fever sendiri bukanlah sebuah gangguan psikologis. Dan sebenarnya tidak ada di pedoman diagnostik gangguan jiwa. Namun itu tidak berarti kondisi ini tidak nyata Seseorang dalam kondisi ini dapat merasakan emosi berupa mudah marah atau rewel, lelah dan bosan, putus asa, kegelisahan, turunnya motivasi, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, pola tidur tidak teratur dan sulit bangun dari tidur. Selain itu gejala lain adalah sulit percaya pada orang di sekitar, serta merasa sedih dan depresi untuk waktu yang lama.

Beberapa orang yang bisa menemukan “distraksi” tepat di dalam rumah, mungkin dapat menghindari berbagai gejala cabin fever di atas. Meski begitu, sebagian dari kita mungkin akan merasa kesulitan menjalani hidup di dalam rumah, selama gejala cabin fever masih menghantui. Walau bukan tergolong gangguan psikologis, jika terus dibiarkan cabin fever dapat mempersulit kehidupan sehari-hari. Tanpa penanganan yang tepat gejala cabin fever pun akan semakin sulit dikontrol.

Ada beberapa tips praktis yang dapat kita lakukan untuk mengatasi cabin fever. Pertama, membawa dunia luar ke dalam rumah, seperti membuka jendela untuk menghirup udara luar, memberi makan hewan di luar rumah, serta menanam bunga. Kedua, buatlah rutinitas yang bisa menjaga jadwal sehari-hari. Misalnya tetaplah bangun pagi, mandi di pagi hari supaya tubuh dan pikiran tetap terjaga. Kemudian bekerja di depan laptop layaknya sedang berada di kantor. Ketiga, menjaga komunikasi karena kekuatan komunikasi di tengah pandemi COVID-19 ini bisa membuat orang merasa tidak sendirian. Makukan kontak yang reguler dengan orang-orang terdekat kita, saling bertukar kabar dan cerita lewat platform digital adalah salah satu solusinya.

Bagikan Artikel:

"Change and Moving Forward with Technology"