Baca Artikel

Kategori: Info Teknologi

ROBOT BATIK KARYA GURU DAN SISWA SMK NEGERI 2 DEPOK

Blog Single

Batik tulis selama ini dikenal sebagai salah satu karya fashion dengan harga yang cukup mahal. Proses pembuatan batik tulis yang memakan waktu cukup lama mengakibatkan harga batik tulis cukup merogoh kocek yang lebih dalam. Harganya pun satu lembar kain batik tulis bisa mencapai Rp500.000. Proses membatik yaitu menuangkan malam (lilin khusus untuk batik) memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selembar kain berukuran 120 cm x 160 cm terkadang bisa membutuhkan waktu hingga 3 bulan lebih untuk membubuhkan lukisan-lukisan motif batik.

Hal inilah yang mengakibatkan para pengusaha batik menginginkan agar suatu saat ada teknologi yang bisa mempercepat proses pembuatan batik tulis tersebut. Sehingga harga batik tulis bisa dijangkau lebih banyak kalangan yang ada di masyarakat. Pasalnya untuk saat ini pakai tulis hanya untuk kalangan tertentu saja. Namun di tangan siswa SMK Negeri 2 Depok Sleman, persoalan lamanya membuat batik tulis sudah terpecahkan. Melalui bimbingan guru mata pelajaran elektronik, Agus Sugiharto, para siswa dapat membuat batik tulis dengan bantuan 'robot'.

Dikutip dari laman kumparan.com. Memanfaatkan mesin CNC yang sebenarnya dikhususkan untuk membuat beberapa pola seperti ukir kayu potong Acrylic atau juga pembuatan PCB elektronik, Agus mencoba melakukan inovasi dengan membuat mesin membatik secara digital. Melalui beberapa kali percobaan yang memakan waktu hampir 1 tahun Agus akhirnya mampu menciptakan mesin batik dengan dasar mesin CNC. Agus merubah mata mesin CNC dari pemotong menjadi sebuah nosel yang mampu mengalirkan lilin batik yang sudah cair ke atas kain putih.

Melalui program komputer CNC desain batik yang diinginkan akan dituangkan di atas kain putih menggunakan mesin CNC tanpa membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun waktu yang dibutuhkan untuk memoles sebuah kain dengan lukisan batik sesuai dengan kerumitan desain, namun rata-rata yang dibutuhkan untuk membatik kain berukuran 80 cm * 80 cm hanya membutuhkan waktu selama 40 menit.

"Padahal Ketika Harus membatik secara konvensional yaitu dengan canting biasa setidaknya satu lembar kain bisa membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan itulah yang mengakibatkan harga jual batik tulis cukup mahal,"ujarnya.  Jika secara manual maka Tahapan yang harus dilakukan adalah pertama kain polos harus digambar dengan motif batik yang diinginkan, itu baru menuangkan lilin atau malam di atas pola yang sudah dibuat tersebut. Dengan robot batik yang mereka ciptakan tersebut tahapan membuat pola sudah bisa dilalui karena tak perlu lagi membuat pola diatas kain.

Selain lebih cepat, membatik dengan robot batik tersebut juga memiliki kelebihan lain karena hasil lukisan pola batik juga lebih halus ketimbang dengan lukisan tangan. Sehingga lukisan-lukisan pola batik yang dihasilkan juga tampak lebih indah dibanding dengan goresan canting tangan para pembatik. Hal yang menjadi kendala selama ini adalah ia masih kesulitan ketika harus membuat goresan pola batik lebih tebal. Karena memang ia harus mengganti nozzle yang digunakan untuk membatik tersebut. Padahal mimpinya hanya dengan 1 nozzle maka 1 kain batik bisa diselesaikan.

"Saya sudah desain nozzle dengan mata printer tertentu. Dan ketebalan garis pola yang dihasilkan memang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus saya selesaikan,"tambahnya. Ia mengakui jika robot batik hasil inovasi dirinya bersama dengan murid murid SMK Negeri 2 Depok Sleman dapat menggantikan para pembatik yang ada saat ini. Kendati demikian ia mengaku para pembatik tidak perlu khawatir karena ada segmen khusus yang masih suka dengan batik tulis yang dibuat secara manual.

Di pasaran saat ini ada beberapa grade kain batik mulai dari batik tulis Karya manusia, Batik tulis Karya mesin, batik cap dan akhirnya batik printing. Range harga antara satu jenis batik dengan batik yang lain juga berbeda. Ia yakin kehadiran robot batik tersebut tidak akan menggusur para pembatik tradisional.

Bagikan Artikel:

"Change and Moving Forward with Technology"